Alumni FP USK Kota Sabang Kutuk Keras Pembakaran Gedung dan Laboratorium Fakultas Pertanian

Terkini 25 May 2026 12:17 3 min read 206 views By Eric carno

Share berita ini

Alumni FP USK Kota Sabang Kutuk Keras Pembakaran Gedung dan Laboratorium Fakultas Pertanian
Alumni FP USK Kota Sabang Kutuk Keras Pembakaran Gedung dan Laboratorium Fakultas Pertanian

CWNews.my.id.|| Kota Sabang | 24 Mei 2026 — Aksi pembakaran Gedung dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK) memantik gelombang kecaman luas dari kalangan akademisi dan alumni. Peristiwa yang dinilai mencoreng marwah dunia pendidikan itu mendapat sorotan tajam dari Alumni Fakultas Pertanian USK Kota Sabang.

 

Kecaman keras tersebut disampaikan oleh alumni Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian USK angkatan 1998, Widya, SP., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang.

 

Widya menegaskan, tindakan anarkis berupa pembakaran fasilitas kampus tidak hanya merusak aset negara, namun juga menjadi pukulan besar bagi dunia akademik dan masa depan pendidikan di Aceh.

 

“Atas nama Alumni Fakultas Pertanian USK Kota Sabang, kami mengutuk keras aksi pembakaran Gedung dan Laboratorium Tanah serta GIS Fakultas Pertanian USK. Fasilitas tersebut merupakan pusat kegiatan akademik dan penelitian yang sangat penting bagi mahasiswa maupun dosen,” ujar Widya, Minggu (24/5/2026).

 

Menurutnya, laboratorium yang terbakar selama ini menjadi ruang vital bagi proses pembelajaran, penelitian ilmiah, pengolahan data, praktikum mahasiswa hingga penyusunan skripsi dan tugas akhir. Akibat insiden tersebut, berbagai dokumen penting, perangkat penelitian, komputer, serta data akademik dilaporkan ikut hangus terbakar.

 

Ia menilai, dampak terbesar dari tragedi itu akan dirasakan langsung oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir yang tengah menjalani penelitian dan penyelesaian studi.

“Kerusakan ini bukan hanya soal bangunan fisik. Banyak data penelitian, alat laboratorium, dan fasilitas akademik yang hilang. Kondisi ini tentu sangat menghambat aktivitas pendidikan serta proses penelitian mahasiswa dan dosen,” katanya.

 

Widya juga menegaskan bahwa dinamika perbedaan pendapat di lingkungan kampus merupakan bagian dari tradisi intelektual yang sehat. Namun, menurutnya, tindakan destruktif hingga membakar fasilitas pendidikan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

 

“Perbedaan pandangan adalah bagian dari kehidupan akademik. Akan tetapi, ketika perbedaan itu berubah menjadi aksi anarkis dan pembakaran aset negara, maka itu sudah melewati batas dan mencederai nilai-nilai intelektual serta kehormatan kampus,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan, sekaligus memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat.

 

Widya juga berharap pihak kampus mengambil langkah tegas melalui sanksi akademik demi menjaga marwah Universitas Syiah Kuala yang selama ini dikenal sebagai salah satu simbol kebanggaan masyarakat Aceh.

 

“Kami berharap para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku dan diberikan sanksi tegas apabila terbukti terlibat, termasuk sanksi akademik. Ini penting demi menjaga kehormatan Universitas Syiah Kuala sebagai ‘Jantoeng Hatee Rakyat Aceh’,” pungkasnya.

 

Peristiwa pembakaran Gedung dan Laboratorium Fakultas Pertanian USK tersebut kini menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat. Selain merugikan negara, insiden itu dinilai telah mengganggu keberlangsungan pendidikan, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus.

 

— Mj Eric Karno | Sabang CWanews

Camera Waspada News

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp